Menengok Sejarah Gedung Spiegel Semarang

Gedung Spiegel di Kota Lama Semarang menyimpan sejarah perdagangan ibu kota Jateng ini pada masa kolonialisme Belanda.

Menengok Sejarah Gedung Spiegel Semarang Gedung H. Spiegel yang terletak di Jl. Letjen Suprapto No. 34, Kota Semarang, Jawa Tengah saat belum direnovasi. (website—seputarsemarang.com)

Semarangpos.com, SEMARANG — Adakah warga ibu kota Jawa Tengah yang tidak tahu tentang sejarah gedung Spiegel di Semarang? Salah satu gedung cagar budaya peninggalan zaman kolonial Belanda yang berada di kawasan Kota Lama itu ternyata memiliki sejarah yang menarik untuk ditelusuri.

Gedung Spiegel menjadi toko serba ada pada zaman penjajahan Belanda di Indonesia. Perusahaan NV Winkel Maatschappij “H. Spiegel” menyediakan berbagai macam keperluan rumah tangga hingga keperluan kantor merek ternama dengan model terbaru.

Seperti yang dihimpun Semarangpos.com pada berbagai sumber, Kamis (26/3/2020), NV adalah singkatan dalam bahasa Belanda Naamloze Vennootsschap. Kita lebih mengenalnya sebagai perseroan terbatas (PT).

Pemuda 20 Tahun Diduga Pelaku Pembunuhan Ibu Muda di Grobogan

Gedung Spiegel terletak di Jl. Letjen Suprapto No. 34, sebelah timur Taman Srigunting dan Gereja Blenduk. Numeralia 1895 tertulis di bagian eksterior bangunan ini. Itu adalah catatan tahun pembangunannya.

Bangunan tersebut menghadap ke arah selatan dengan fasad entrance menyerong ke arah barat daya. Fasad dalam bahasa Prancis memiliki arti kata depan atau muka. Umumnya fasad diartikan sebagai bagian depan atau sisi luar sebuah bangunan.

Gedung Spiegel mempunyai dua lantai, tetapi tidak memiliki serambi. Bangunan yang berada tepat di sisi jalan itu akan membuat para pengunjung toko pada zaman dulu itu langsung disambut jalanan saat keluar dari supermarket.

Terduga Teroris Ditembak Mati di Batang, Ini Sebabnya…

Karena berada di negara tropis, Gedung H. Spiegel diperkokoh dengan satu lapisan batu bata dengan desain langit-langit yang tinggi.  Bagian pintu masuk NV Winkel Maatschappij “H Spiegel” didesain menjorok ke dalam dengan dinaungi atap lengkung yang menjadi balkon lantai kedua.

Pintu berdaun ganda dengan panel kaca dan kayu menggambarkan kesan toko-toko pada zaman dulu. Bangunan itu juga memiliki jendela di setiap sisinya. Jendela gedung H Spiegel dibentuk melengkung di bagian atas dengan berdaun ganda panel kaca dan kayu seperti desain pintu utama.

Terang Zonder Panas

Hal rupanya merupakan siasat si pemilik agar suasana toko selalu terang dan tidak panas. Toko serba ada itu dibangung oleh tiga pengusaha Austria-Hungaria. Mereka adalah Moritz Moses Addler, Herman Spiegel, Ignacz Back.

Walaupun pemilik toko adalah orang Austria, tetapi NV Winkel Maatschappij “H Spiegel” memiliki gaya Spanish Collonial.

MUI Serukan Masjid di Jateng Tak Gelar Salat Jumat

Dilansir dari website Seputarsemarang.com, Herman Spiegel dipilih menjadi manajer perusahaan toko tersebut. Selang lima tahun, ia akhirnya menjadi pemilik resmi NV Winkel Maatschappij “H Spiegel”. Itulah mengapa tersemat nama “H Spiegel” di dalamnya.

Sayang sekali, pada tahun 1908, NV Winkel Maatschappij “H Spiegel” menjadi sebuah toko yang berubah dari fungsi awalnya. Gedung tersebut menjadi sebuah gudang terbengkalai dan tidak terawat. Hal itu dikarenakan berakhirnya masa kemimpinan Hindia Belanda.

Pada tahun 2015, gedung H Spiegel melakukan renovasi yang memakan waktu lumayan lama. Hingga akhirnya digunakan sebagai sebuah restoran dengan tetap mengusung konsep bangunan Spiegel.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.