Tutup Iklan

Polres Pekalongan Gelar Simulasi Pengamanan Aksi, untuk Apa?

Polres Pekalongan menggelar simulasi pengamanan kota atau simulasi pengamanan aksi unjuk rasa di kompleks Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Polres Pekalongan Gelar Simulasi Pengamanan Aksi, untuk Apa? Simulasi pengamanan aksi oleh Polres Pekalongan, Selasa (25/08/2020). (Instagram.com-polreskajen)

Semarangpos.com, KAJEN — Polres Pekalongan menggelar simulasi pengamanan kota atau simulasi pengamanan aksi unjuk rasa di Jl. Rinjani, Kompleks Alun-Alun Kajen, sentra Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Simulasi itu diklaim sebagai upaya meningkatkan kemampuan anggota Polri setempat menjelang Pilkada 2020. Pemilihan umum lokal itu memang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah sehingga memang rawan kerusuhan massa.

Kegiatan yang dilaksanakan Selasa (25/08/2020) siang tersebut digambarkan dengan adanya aksi demontrasi atau unjuk rasa yang dilakukan sekelompok massa yang tidak terima dengan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Massa yang kecewa itu digambarkan mendatangi Kantor KPU untuk menggelar aksi demo.

Kerap Cekcok dengan Pasangan Hidup? Inilah 9 Ciri-Ciri Sihir Perceraian

Sementara itu, dalam aksi demonstrasi  tersebut sempat terjadi ketegangan antara massa dengan aparat kepolisian yang berjaga di depan kantor KPU. Massa yang semakin beringas membuat petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terarah dengan menyiramkan air ke arah massa.

Dikutip dari unggahan Instagram Polres Pekalongan, @polreskajen, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, mengatakan bahwa dalam simulasi tersebut pihaknya melibatkan 185 personel dari semua jajaran dengan peralatan perlindungan yang lengkap.

Ukur Kemampuan Personel

View this post on Instagram

*Jelang Pilkada Serentak Tahun 2020, Polres Pekalongan Gelar Simulasi Sispam Kota* *Polres Pekalongan –* Guna untuk meningkatkan kemampuan anggota menjelang Pilkada serentak tahun 2020 Polres Pekalongan menggelar Simulasi Pengamanan (SispamKota) di jalan Rinjani Komplek Alun-Alun Kajen Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/8/2020). Dalam simulasi pengamanan tersebut digambarkan adanya aksi demontrasi atau unjuk rasa yang dilakukan sekelompok massa yang tidak terima dengan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU), kemudian massa yang kecewa mendatangi Kantor KPU untuk menggelar aksi demo. Sementara dalam aksi demo tersebut sempat terjadi ketegangan antara massa dengan aparat kepolisian yang berjaga di depan kantor KPU. Massa yang semakin beringas membuat petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terarah dengan menyiramkan air ke arah massa. Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si mengatakan bahwa dalam simulasi tersebut pihaknya melibatkan 185 personil dari semua jajaran. Menurutnya simulasi digelar sebagai kesiapan personil untuk mengamankan jalannya pelaksanaan Pemilu serentak pada tahun 2020. “Simulasi kita lakukan untuk melihat kemampuan personil dalam menghadapi berbagai bentuk simulasi dilapangan. Kami harap simulasi ini tidak terjadi sungguhan dalam pelaksanaan pemilu nantinya,” ucap AKBP Aris. Dalam mengendalikan massa terdapat beberapa tahapan yang dilalui, mulai dari tindakan preventif dengan menurunkan tim negosiator, hingga menggunakan peralatan pemecah massa seperti gas air mata maupun water canon yang harus sesuai dengan Standart Operational Procedur (SOP) Dikatakan Kapolres, dalam pengamanan pemilu pihaknya akan mengedepankan sikap preventif terhadap pengunjuk rasa. Meskipun begitu ia mengajak semua calon dan relawan untuk tetap bisa menjaga situasi di Kabupaten Pekalongan agar tetap kondusif. “Sejak awal tahapan Pemilu 2020, Polres Pekalongan selalu jalin sinergitas dengan stakeholder dan berbagai pihak untuk mewujudkan Pemilu yang aman, damai dan sejuk diwilayah Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.

A post shared by Polres Pekalongan (@polreskajen) on

Menurutnya, simulasi digelar sebagai upaya kesiapsiagaanan personel untuk mengamankan jalannya pelaksanaan pemilu lokal serentak pada tahun 2020 serta aksi unjuk rasa yang mungkin akan terjadi. “Simulasi kita lakukan untuk melihat kemampuan personel dalam menghadapi berbagai bentuk simulasi di lapangan. Kami harap simulasi ini tidak terjadi sungguhan dalam pelaksanaan pemilu nantinya,” ucap Kapolres Aris Tri Yunarko.

Dalam mengendalikan massa terdapat beberapa tahapan pemilu yang dilalui. Mulai dari tindakan preventif dengan menurunkan tim negosiator, hingga menggunakan peralatan pemecah massa, seperti gas air mata maupun water cannon yang harus sesuai dengan standard operational procedure (SOP/prosedur operasi standar).

Bawakan Nasi Jagung buat Ganjar, Bunga Salsabila Bawa Pulang Laptop

Aris menambahkan dalam pengamanan pemilu, pihaknya akan mengedepankan sikap preventif terhadap pengunjuk rasa. Meskipun begitu, ia mengajak semua calon dan sukarelawan mereka tetap bisa menjaga situasi Kabupaten Pekalongan sehingga tetap kondusif.

“Sejak awal tahapan Pemilu 2020, Polres Pekalongan selalu menjalin sinergitas dengan stakeholder dan berbagai pihak untuk mewujudkan pemilu yang aman, damai, dan sejuk di wilayah Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.

Polisi yang ikut dalam simulasi tersebut pun diwajibkan mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker. Pihak Polres Pekalongan juga memanfaatkan simulasi ini untuk melatih tim medis yang akan ikut turun ke lapangan apabila terjadi unjuk rasa.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Komentar Ditutup.