Tutup Iklan

Target Penerimaan Cukai Rokok Jateng Terancam Meleset

Bea Cukai Jateng-DIY memperkirakan realisasi penerimaan cukai rokok selama semester I tahun 2020 tak mencapai target, meski mencapai 90% target.

Target Penerimaan Cukai Rokok Jateng Terancam Meleset Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jateng-DIY Padmoyo Tri Wikanto (tengah) didampingi Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus Gatot Sugeng Wibowo dan anggota Komisi XI DPR Musthofa memusnahkan barang bukti rokok ilegal di KPPBC Kudus, Kamis (18/6/2020).  (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Semarangpos.com, KUDUS — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogayakarta memperkirakan realisasi penerimaan cukai rokok Jateng dan DIY selama semester I tahun 2020 tak mencapai target. Meski demikian, penerimaan itu diprediksi masih lebih dari 90% target.

“Untuk saat ini, realisasi penerimaan cukai kurang sedikit dari target selama semester pertama 2020,” kata Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jateng-DIY Padmoyo Tri Wikanto didampingi Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus Gatot Sugeng Wibowo di sela-sela pemusnahan barang bukti rokok ilegal di halaman KPPBC Kudus, Jawa Tengah, Kamis (18/6/2020).

Target yang dibebankan pusat untuk Kanwil DJBC Jateng selama 2020 sebesar Rp38 triliun, sedangkan catatan sebelumnya realisasi penerimaan cukai rokok berkisar Rp16 triliun.  Prediksinya, kata dia, hingga akhir Juni 2020 atau semester pertama bisa digenjot hingga mencapai 95 persen.

Sara Wijayanto Kerasukan Hantu Perempuan Mirip Zombie  

Ia mengakui dampak pandemi virus corona pemicu Covid-19 memberikan dampak industri hasil tembakau. Meskipun demikian, dia tetap menganggap sektor rokok masih cukup luas biasa, karena pengaruhnya tidak begitu besar.

“Daya beli masyarakat terhadap rokok memang turun, tetapi rokok dengan harga murah justru yang banyak laku,” ujarnya.

Ia menduga konsumen rokok yang mengalami penurunan daya beli tetap membeli rokok sesuai kemampuan. Mereka tetap akan merokok sesuai kemampuan.

Jarang Disorot, Dian Ekawati Juga Istri Didi Kempot

Kondisi tersebut berdampak pada penjualan rokok bermerek dari golongan pertama mengalami penurunan. Sedangkan, golongan kedua justruk mengalami kenaikan.

Pesanan Cukai Turun

Kondisi pandemi Covid-19 yang belum bisa dipastikan kapan berakhir, dipastikan berdampak pada penerimaan cukai hingga akhir 2020 nantinya. “Kami juga belum bisa memprediksi realisasinya hingga Desember 2020 seperti apa,” ujarnya.

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus sendiri mencatat jumlah produksi rokok sesuai pemesanan pita cukai selama Januari-Mei 2020 cenderung turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan, dari sisi nilai cukai juga mengalami penurunan, meskipun tidak signifikan.

Babi Hutan Aneh di Banyumas Turunan Siluman?

Misalkannya saja, bulan Januari 2019 tercatat 3 miliar batang. Sedangkan bulan yang sama tahun 2020 hanya 1,6 miliar batang. Sementara itu, bulan Mei 2020 tercatat hanya 23,27 miliar batang atau lebih rendah dibandingkan bulan yang sama tahun 2019 yang mencapai 26,7 miliar batang.

Dampak penurunan produksi rokok juga diamini sejumlah pengusaha rokok di Kudus. Ko ndisi itu sebagai dampak pandemi Covid-19.

Akan tetapi, para pengusaha tetap berupaya menghadapinya seperti yang dilakukan PT Nojorono Tobacco Internasional dengan mengeluarkan rokok berbahan rempah yang disesuaikan dengan kondisi sekarang. Masyarakat diyakini membutuhkan banyak rempah untuk melawan virus.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Tinggalkan Komentar

Anda harus logged in untuk kirim komentar.