Tutup Iklan

Upacara Hari Kemerdekaan, Pemkot Salatiga Bagikan 1.500 Masker

Pemkot Salatiga membagikan sekitar 1.500 masker kepada warga seusai upacara Hari Kemerdekaan RI di Balai Kota Salatiga, Senin (17/8/2020).

Upacara Hari Kemerdekaan, Pemkot Salatiga Bagikan 1.500 Masker Suasana upacara Hari Kemerdekaan ke-75 RI di halaman depan Balai Kota Salatiga, Senin (17/8/2020). (Semarangpos.com-Humas Setda Salatiga)

Semarangpos.com, SALATIGA – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga membagikan sekitar 1.500 masker kepada masyarakat seusai menggelar upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia di Balai Kota Salatiga, Senin (17/8/2020).

Langkah ini dilakukan guna menekan persebaran Covid-19 di Kota Salatiga yang saat ini tengah menuju zona hijau.

“Kita memang harus terus mengingatkan kepada masyarakat pentingnya protokol kesehatan. Peringatan proklamasi tahun ini terasa istimewa karena dilakukan saat pandemi, harus dengan protokol kesehatan. Kita membutuhkan persatuan seperti yang diajarkan pahlawan agar mampu melewati pandemi,” jelas Wali Kota Salatiga, Yuliyanto.

Inilah 5 Pemimpin Wanita di Alam Gaib Indonesia, Salah Satunya Nyai Rara Kidul

Yuliyanto mengatakan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan ke-75 RI ada penambahan dua orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga total tercatat ada 124 pasien dengan perincian, 9 pasien dirawat, 113 pasien dinyatakan sembuh, dan dua orang meninggal dunia.

“Semalam juga ada kabar duka, seorang pasien suspect yang meninggal dunia. Untuk hasil tesnya belum keluar,” kata Yuliyanto.

Pasien yang meninggal itu berusia 62 tahun warga Cebongan Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga. Pasien memiliki gejala batuk, demam, dan sesak nafas saat masuk untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Paru Ario Wirawan (RSPAW), Jumat (14/8/2020).

Pasien suspect di Salatiga, lanjutnya, tercatat ada 31 orang. Sementara total kasus pasien suspect di Salatiga mencapai 663 orang dan yang telah selesai menjalani isolasi mencapai 632 orang. Sedangkan untuk kontak erat mencapai 70 orang yang masih menjalani isolasi.

Bangun spirit

Dalam kesempatan itu, Yuliyanto juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan.

Misteri Makam Tegalarum yang Dipercaya Paling Angker di Semarang

“Tetap bangun spirit, jangan mengeluh. Seberat apa pun kehidupan harus kita hadapi. Selalu teguhkan tekad dan spirit hidup untuk berbagi dengan sesama,” ujarnya.

Yuliyanto juga meminta warga Salatiga meneladani perjuangan para pahlawan dalam melawan dan mengusir penjajah. Saat itu persenjataan masih sederhana dan terbatas, namun semangat untuk merdeka sangat tinggi.

“Kita masih punya tekad bulat untuk terbebas dari penjajahan serta meraih dan memperjuangkan kemerdekaan ini,” imbuhnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Tinggalkan Komentar

Anda harus logged in untuk kirim komentar.