Warga Bandel untuk Social Distancing, Akses Jalan Protokol di Semarang Ditutup

Pemkot Semarang memutuskan menutup akses sejumlah jalan protokol karena warga belum melakukan social distancing untuk mencegah virus corona.

Warga Bandel untuk Social Distancing, Akses Jalan Protokol di Semarang Ditutup Ilustrasi antisipasi Covid-19. (Semarangpos.com-Freepik)

Semarangpos.com, SEMARANG – Anjuran pemerintah agar masyarakat melakukan social distancing dengan berdiam diri di rumah, sebagai upaya mencegah penularan virus corona atau Covid-19 rupanya kurang ditaati warga Kota Semarang.

Terbukti, masih banyak warga Kota Semarang yang berkeliaran di jalan dan mendatangi kerumunan. Kondisi itu pun membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memutuskan untuk menutup atau memblokade sejumlah ruas jalan protokol.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Endro P. Martanto, mengatakan penutupan diterapkan di beberapa ruas jalan yang selama ini dirasa menjadi pusat keramaian.

Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng Bertambah, Kasus Baru dari Mbah Roso?

Beberapa jalan yang ditutup itu mayoritas berada di kawasan Simpang Lima Semarang seperti Pandanaran, Jl. Gajah Mada, Jl. Ahmad Yani, dan Jl. Pahlawan. Selain jalan di sekitar Simpang Lima, Pemkot Semarang juga akan menutup ruas Jl. Pemuda.

“Penutupan akan diberlakukan sejak pukul 18.00 WIB – 06.00 WIB, mulai 29 Maret [Minggu] dan berlaku selama dua pekan,” tutur Endro saat dihubungi Semarangpos.com, Minggu pagi.

Endro mengatakan penutupan dilakukan karena sejumlah jalan itu hingga saat ini masih kerap digunakan warga untuk berkumpul. Padahal selama masa tanggap bencana Covid-19, pemerintah telah mengimbau warga untuk melakukan isolasi mandiri dengan tetap berada di rumah atau social distancing.

Khawatir Covid-19, Warga Pati Portal Akses Kampung

“Kami melihat masih banyak warga yang berkerumun di ruas-ruas jalan itu. Makanya, kebijakan ini kami terapkan. Tidak menutup kemungkinan, jika masih berlanjut akan ada jalan lain yang kita tutup,” tegas Endro.

Kebijakan susulan

Lebih lanjut, Endro mengaku alasan Pemkot Semarang hanya memberlakukan penutupan di malam hingga pagi hari. Pertimbangan itu dilakukan karena saat pagi hingga sore hari masih banyak warga yang mengakses jalan tersebut untuk bekerja atau beraktivitas di kantor.

“Nanti, kami lihat juga perkembangannya. Kalau masih belum memberikan efek, ya mungkin ada kebijakan susulan,” tutur Endro.

ODP Virus Corona Semarang Dapat Sembako Gratis

Sementara itu, seorang warga Kedungmundu Semarang, Agus Sudarwendo, mengaku prihatin dengan sikap warga di Semarang yang tidak mengindahkan imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing di rumah. Padahal, hal itu dilakukan demi kebaikan untuk menekan persebaran Covid-19 di Semarang.

“Pelaksanaan [social distancing] masih susah. Banyak warga yang masih kerja di luar rumah. Setahu saya sih di Semarang belum ada permukiman yang menyatakan lockdown seperti daerah lain [Sleman atau Soloraya],” kata Agus.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.