Afrika Dominasi Semarang 10K, Trianingsih Juara III

Lomba lari Semarang 10K didominasi pelari-pelari asal Afrika, seperti Kenya dan Ethiopia sebagai juara. Di tengah dominasi benua hitam itu, Trianingsih yang berasal dari Salatiga tetap menunjukkan keperkasaannya.

Afrika Dominasi Semarang 10K, Trianingsih Juara III Pemenang lomba lari Semarang 10K merayakan kemenangan merela, Minggu (15/122019). (Antara-Semarang 10K)

Semarangpos.com, SEMARANG – Para pelari Afrika mendominasi gelar juara lomba lari Semarang 10K, Minggu (15/12/2019). Di antara dominasi pelari Afrika itu, pelari Salatiga Triyaningsih mampu merebut gelar juara ketiga kategori open putri dengan catatan waktu 38 menit 16 detik.

Sementara itu, juara pertama kategori open putra diraih pelari Ethiopia Tariku Demelash Abera dengan catatan waktu 30 menit 39 detik. Disusul kemudian Charles Munyua Njoki (Kenya/31:17) dan James Karanja (Kenya/31:41).

Di kategori open putri, juara pertama dan kedua disabet Jackline Nzivo (Kenya/37:09) dan Mercy Njeri Mwangi (Kenya/37:59). Sedangkan duo pelari nasional Agus Prayogo dan Odekta Elvina Naibaho tampil mendapat hiburan dengan menjuarai kategori nasional putra dan putri.

Agus yang baru kali pertama tampil di Semarang 10K menjadi tercepat dengan catatan waktu 31 menit 17 detik. Sedangkan urutan kedua dan ketiga nasional putra ditempati Atjong Tio Purwanto (32:10) dan Nur Shodiq (32:33).

Odekta, peraih medali perunggu di SEA Games 2019 nomor 10.000 meter, menyentuh garis finis dengan membukukan waktu tercepat (36:49). Posisi kedua dan ketiga ditempati Yulianingsih (40:23) dan Novita Andriyani (41:24).

Bagi Agus Prayogo, prestasi di event ini menambah daftar kisah suksesnya sepanjang 2019. Sebelumnya pada Juli, dia menjuarai Jakarta 10K dan awal Desember lalu, merebut medali emas marathon dan perak nomor 10.000 m di SEA Games Filipina.

“Sebetulnya ini masa transisi saya setelah pulang dari SEA Games. Kebetulan saya pulang kampung ke Salatiga. Karena Semarang dekat dengan Salatiga, saya ikut dan juara. Ini berkah pulang kampung,” kata pelari yang berhak atas hadiah uang Rp 15 juta ini.

Dia memuji penyelenggaraan Semarang 10K yang menurutnya menarik karena meninggalkan kesan bagi peserta. “Melewati rute dengan nuansa wisata tentu menyenangkan. Apalagi cuaca saat lomba sangat mendukung,” ujar anggota TNI AD ini.

Di bagian lain, panitia penyelenggara Lukminto Wibowo mengakui respons masyarakat di Tanah Air pada Semarang 10K untuk kedua ini sangat positif. “Ada 12.000-an yang mendaftar, tapi kuota terbatas 2.000 orang dan 70% dari luar Semarang. Banyak yang mengusulkan digelar nomor half marathon (21, 097 km), karena 10 km dianggap terlalu pendek waktu larinya,” ujarnya.

Sebagaimana siaran pers yang diterima Kantor Berita Antara dari panitia, lomba lari ini mengambil start dan finis di depan Balai Kota Semarang. Sekitar 2.000 pelari yang terjun di berbagai kategori turut berlomba dalam kesempatan itu.

Peserta Semarang 10K dilepas oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Kadisporapar Jateng Sinoeng Noegroho Rachmadi,  Ketua KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara, Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An dan pihak penyelenggara Budiman Tanuredjo.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.