Tutup Iklan

Hutan Jateng Bukan Hanya Simpan Harimau Jawa

Hutan di Jateng dikabarkan masih menjadi habitat tersembunyi yang menyimpan harimau jawa yang dianggap punah. Namun bukan hanya itu...

Hutan Jateng Bukan Hanya Simpan Harimau Jawa Ilustrasi harimau jawa. (Liputan6.com)

Semarangpos.com, SEMARANG — Hutan di Jawa Tengah dikabarkan masih menjadi habitat tersembunyi yang menyimpan harimau jawa. Padahal satwa itu dianggap punah beberapa tahun belakangan ini.

Tapi siapa sangka bukan hanya harimau jawa yang diduga bersembunyi di hutan-hutan Jateng Sejumlah hewan langka dan terancam punah juga diduga masih bisa ditemukan jejaknya.

Diberitakan Semarangpos.com sebelumnya, peneliti menyebut harimau jawa atau Panthera tigris sondaica yang sudah dinyatakan punah terlihat di hutan Jawa Tengah. Penampakan harimau jawa di hutan Jateng ini terlihat berkat bukti foto yang disodorkan sang peneliti, Didik Raharyono.

Lahirkan Bayi Laki-Laki, Anak Punk Pendarahan di Semak Belukar Brebes

Selain harimau jawa, hewan-hewan langka berikut ini tercatat pernah ditemukan di wilayah Jawa Tengah. Berikut daftarnya yang berhasil dirangkum Solopos.com–induk media Semarangpos.com, Jumat (14/8/2020):

Biul Slentek

Ilustrasi biul slentek. (Wikipedia.org)
Ilustrasi biul slentek. (Wikipedia.org)

Dikutip dari Wikipedia, biul slentek merupakan sejenis mamalia kecil yang masuk dalam keluarga Mustelidae. Penampakannya hampir menyerupai musang atau berang-berang. Hewan ini sering disebut nyentek di Jawa Tengah.

Hewan langka yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Javan ferret-badger ini menyebar terbatas di Pulau Jawa dan Bali. Di Jawa Tengah, biul slentek hanya bisa ditemukan di wilayah selatan Gunung Prahu, Wonosobo. Selain itu, hewan ini juga bisa didapati di Gunung Slamet dan Gunung Sumbing, di wilayah Bagelen, Banyumas, dan Gowong.

Sempat Telanjang Karena Sakit, Wanita Jepara Baru Ditolong Setelah Viral

Owa Jawa

Ilustrasi owa jawa. (Wikipedia.org)
Ilustrasi owa jawa. (Wikipedia.org)

Owa jawa adalah sejenis primata atau kera yang populasinya kian terancam punah. Owa jawa atau Hylobates moloch kini menjadi hewan langka karena hanya tersisa 1.000 hingga 2.000 ekor dan merupakan spesies owa paling langka di dunia.

Owa jawa menyebar terbatas (endemik) di Tanah Jawa, yakni di hutan-hutan dataran rendah dan pegunungan bawah. Penyebarannya ada di wilayah Gunung Slamet dan jajaran Pegunungan Dieng sebelah barat wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.

Biasanya owa jawa hidup di atas tajuk pepohonan atau ranting dengan cara bergelantungan. Oleh karena itu, hewan yang hidup berkelompok ini memiliki tangan yang relatif panjang dibandingkan dengan besar tubuhnya.

Pernyataan Ironis Gus Mus: Apakah Pemkab Rembang Tak Punya Bendera?

Lutung Surili

 Ilustrasi lutumg sruli. (blogs.uajy.ac.id)
Ilustrasi lutumg sruli. (blogs.uajy.ac.id)

Lutung surili tersebar di wilayah Jawa bagian barat dan tengah. Habitat lutung surili di Jawa Tengah bisa ditemukan di Gunung Slamet, Dataran Tinggi Dieng, dan Gunung Lawu. Hewan langka dengan nama latin Presbytus comata fredericae ini masuk dalam kategori terancam punah sejak 1988 akibat perusakan hutan dan perluasan lahan industri di Pulau Jawa.

Tubuh binatang ini ditumbuhi rambut berwarna hitam, kecoklatan atau keabuan pada bagian kepala hingga punggung, dan hitam pekat agak kemerahan pada kulit muka. Sedangkan rambut di bagian dagu, dada, perut, dan ekornya berwarna putih.

Sama halnya dengan owa jawa, primata diurnal atau aktif pada siang hari ini juga hidup bergelantungan di ranting-ranting pohon.

Inilah 5 Pemimpin Wanita di Alam Gaib Indonesia, Salah Satunya Nyai Rara Kidul

Macan Tutul Jawa

Ilustrasi macan tutul jawa. (detik.com)
Ilustrasi macan tutul jawa. (detik.com)

Macan tutul jawa atau macan kumbang adalah salah satu sub-spesies macan tutul yang hanya bisa ditemukan di hutan tropis, pegunungan, dan kawasan konservasi di Pulau Jawa. Di Jawa Tengah, hewan langka dengan nama latin Panthera pardusmelas ini pernah ditemukan di kawasan hutan Pegunungan Muria, Pati.

Hewan soliter ini merupakan satu-satunya kucing besar yang masih tersisa di Pulau Jawa. Keberadaannya juga bisa ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, hingga Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.

Kini, populasi macan tutul jawa semakin berkurang akibat perburuan liar untuk diambil kulitnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Tinggalkan Komentar

Anda harus logged in untuk kirim komentar.