Tutup Iklan

Inspiratif! Begini Pekalongan Tekan Angka Kemiskinan…

Pemkab Pekalongan membuat inovasi laboratorium kemiskinan untuk melakukan upaya pemberdayaan masyarakat sesuai dengan karakteristik daerah.

Inspiratif! Begini Pekalongan Tekan Angka Kemiskinan… Inovasi Laboratorium Kemiskinan diambil dari tangkapan layar Youtube Pemsosbud Bappeda Kabupaten Pekalongan, Selasa (7/7/2020). (Youtube – pemsosbud bappedapekalongankab)

Semarangpos.com, KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan membuat inovasi laboratorium kemiskinan. Laboratorium kemiskinan melakukan upaya pemberdayaan masyarakat sesuai dengan karakteristik daerah.

Kabupaten Pekalongan mencatatkan angka kemiskinan yang masih tinggi di daerahnya. Sejak 2013 hingga 2017, jumlah wara miskin di Kabupaten Pekalongan konsisten berada di antara 12%-13%. Salah satu usaha percepatan penurunan kemiskinan yang dilakukan oleh Pemkab Pekalongan adalah pembentukan laboratorium kemiskinan.

Laboratorium kemiskinan telah berjalan secara kontinu sejak tahun 2016. Inovasi ini dilakukan dengan pendekatan mikro by name, by address, dan by problem alias berdasarkan nama, alamat, dan masalah yang ada.

Coba Nikmati Nasi Pindang Asli Daging Kerbau di Kudus!

Pekalongan memiliki kondisi geografis yang beragam di tiap kecamatan. Perbedaan kondisi geografis ini kemudian menjadi dasar perencanaan program laboratorium kemiskinan. Inovasi ini melakukan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah.

Pemda setempat membagi karakteristik daerah menjadi pesisir, perkotaan, pedesaan, dan pegunungan. Laboratorium Kemiskinan diwujudkan melalui kolaborasi pemerintah daerah dengan stake holder seperti pemerintah desa, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat setempat.

Gandeng LPPM

Salah satu daerah yang telah diberlakukan laboratorium kemiskinan adalah Desa Botosari, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan. Pemkab Pekalongan bekerja sama dengan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan kepada Masyarakat) Institut Pertanian Bogor (IPB). Kerja sama ini dilakukan dengan membuat program SLAK (Stasiun Lapangan Agro Kreatif).

Batik Jlamprang Konon Kesukaan Penguasa Laut Utara Jawa

Diono, salah seorang anggota KUB Pagar mengaku terbantu dengan adanya program laboratorium kemiskinan. “Kami masyarakat Botosari mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Pekalongan melalui dinas terkait yang telah banyak membantu kami di antaranya melalui program SLAK, Stasiun Lapangan Agro Kreatif,” ungkapnya dalam Youtube pemsosbud bappedapekalongankab, Selasa (7/7/2020).

Laboratorium kemiskinan juga telah didukung oleh LPPM Universitas Pekalongan. Bentuk dukungan berupa pengiriman tim KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Universitas Pekalongan ke wilayah zona merah kemiskinan di Kabupaten Pekalongan.

Terdapat tiga daerah yang menjadi fokus Pemkab Pekalongan dalam pengembangan laboratorium kemiskinan. Pertama adalah Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto yang memiliki karakteristik pesisir. Kemudian Desa Kertijayan, Kecamatan Buaran dengan karakteristik perkotaan. Terakhir ada Desa Botosari, Kecamatan Paninggaran yang memiliki karakteristik pedesaan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Komentar Ditutup.