Tutup Iklan

Kasus Covid-19 Naik Tajam, Ini Respons Jateng…

Kasus Covid-19 di Jateng mengalami lonjakan dalam sepekan terakhir membuat Pemprov Jateng memperbanyak kapasitas isolasi dan karantina pasien.

Kasus Covid-19 Naik Tajam, Ini Respons Jateng… Ilustrasi virus corona (Freepik)

Semarangpos.com, SEMARANG – Penambahan kasus Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) terus melonjak tajam. Bahkan, Satgas Penanganan Covid-19 menyebut Jateng menjadi daerah yang mengalami kenaikan kasus Covid-19 tertinggi selama sepekan terakhir, yakni 88%.

Selain itu, Jateng juga disebut sebagai satu dari delapan provinsi yang mengalami kenaikan kasus kematian akibat Covid-19 dalam sepekan terakhir.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yuliyanto Prabowo, mengaku akan melakukan sederet upaya guna menekan laju penambahan kasus positif maupun kematian.

Kasus Kematian Covid-19 di Jateng Naik Pesat

Salah satunya yakni dengan meningkatkan kapasitas rumah sakit dan tempat isolasi terpusat bagi penanganan pasien Covid-19.

“Strateginya peningkatan upaya dari hulu sampai hilir. Mulai dari meningkatkan ketaatan 3M, menyiapkan vaksinasi, peningkatan kapasitas rumah sakit dan juga penyediaan isolasi terpusat,” ujar Yulianto dalam pesan singkat kepada Semarangpos.com, Rabu (16/12/2020).

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (14/12/2020) lalu, menyebutkan saat ini terus menambah rumah karantina terpusat. Selain rumah karantina, Jateng juga tengah mengajukan penambahan tenaga kesehatan.

Tenaga Kesehatan

Dari 64 rumah sakit (RS) yang ada telah mengajukan 914 orang perawat, 26 dokter, 629 orang perawat ruang isolasi, dan 285 perawat ruang ICU. Selain itu, Jateng juga mengajukan penambahan 21 dokter untuk ruang isolasi dan lima dokter untuk ruang ICU.

“Inilah yang kita sedang lakukan penambahan terus-menerus. Kita kerja sama dengan IDI dan PPNI yang ada di Jateng,” ujar Ganjar.

Pihaknya saat ini juga melakukan peningkatan tempat isolasi mandiri. Menurutnya, tempat isolasi itu ada yang ada di rumah sakit (RS) pusat maupun di ICU. Dia menginformasikan, untuk tempat tidur ICU ada di RS lini 1, 2, maupun 3.

Perusahaan Karoseri Bus asal Jateng Ini Luncurkan Bus yang Aman dari Covid-19

Dia memerinci di RS lini 1 tempat tidur ICU semula ada 99 unit, sekarang tambah 33 unit. Dengan demikian, total ada 132 unit. Lalu tempat tidur isolasinya dari 1.176 unit menjadi 1.320 atau bertambah 144 unit.

Selanjutnya, untuk RS lini 2 tempat tidur ICU semula 185, sekarang 268 unit atau bertambah 83 unit.  Sedangkan, tempat tidur isolasinya semula 2. 374 unit menjadi 2.723 unit, atau bertambah 349 unit. Sementara untuk RS lini 3 tempat tidur ICU semula 154 unit menjadi 569 unit atau bertambah 415 unit. Kemudian, tempat tidur isolasinya semula 2.388 unit menjadi 6.978 unit, atau bertambah 4.590 unit.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Komentar Ditutup.