Pandemi Corona, Tempat Karaoke di Bandungan Tetap Buka

Sejumlah tempat karaoke di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jateng tetap buka meski wabah virus corona atau Covid-19 mengancam.

Pandemi Corona, Tempat Karaoke di Bandungan Tetap Buka Ilustrasi tempat karaoke di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng). (Dok. Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG — Persebaran virus corona atau Covid-19 yang kian masif sepertinya tidak memberi efek bagi pengusaha tempat hiburan atau karaoke di Jawa Tengah (Jateng). Terbukti beberapa tempat hiburan atau karaoke masih beroperasi, seperti di kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Di kawasan yang terletak di lereng Gunung Ungaran itu, sekitar 28 tempat karaoke masih tetap buka hingga dini hari. Mereka tetap berusaha mengais rejeki meski di tengah ancaman pandemi virus corona.

Kendati demikian, kondisi tempat karaoke di Bandung itu tidak seperti biasanya. Semenjak, wabah Covid-19 mengancam kawasan itu pun menjadi sepi dan lenggang.

Covid-19 Ancam Bangkrutkan 8 Perusahaan di Jateng

Ketua Asosiasi Pengusaha Karaoke di Bandungan, Pristanto, mengaku semenjak wabah virus corona mengancam, tamu yang berkunjung ke tempat hiburan pun turun drastis. Bahkan, omzet tempat karaoke yang dulunya bisa mencapai belasan juta rupiah per hari, saat ini turun hingga 60%.

“Dulu, pas hari-hari biasa saja kami bisa meraup Rp10-12 juta per malam. Sekarang turun drastis, hingga 60%. Banyak tempat karaoke yang sepi,” tutur pria yang akrab disapa Pris itu kepada Semarangpos.com, Selasa (24/3/2020).

Pris mengaku semenjak pemerintah menetapkan kondisi tanggap bencana wabah virus corona, pihaknya sudah mendapat imbauan dari pemerintah daerah untuk menutup tempat karaoke. Meski demikian, imbauan itu dirasa kurang mendesak, sehingga banyak pengusaha yang memilih untuk tetap membuka tempat hiburannya.

Ini Postingan Mahasiswa UMS yang Diduga Menghina Jokowi

“Sebenarnya kami itu enggak masalah tutup. Tapi, kan selama ini hanya dikasihnya imbauan, bukan perintah. Sifatnya, imbauan ya boleh tutup, boleh enggak. Kebetulan kami juga harus mengais rezeki, jadi pilih tetap buka,” ujar Pris.

800 pekerja

Pris mengaku jika tempat karaoke di Bandungan ditutup, praktis ada sekitar 800 pekerja yang terdiri dari operator, staf, hingga pemandu lagu yang menganggur. Padahal, mereka menggantungkan penghasilan dari tempat karaoke tersebut.

Daun Sirih dan Lidah Buaya Bisa Jadi Alternatif Hand Sanitizer

“Rata-rata karyawan di tempat hiburan itu bayarannya per hari. Kalau diperintahkan ditutup ya mereka enggak dapat penghasilan. Siapa yang mau menanggung?” kata Pris.

Meski tetap buka, Pris mengaku selama ini ada ketakutan di antara pekerja terhadap persebaran virus corona itu. Mereka pun mulai meningkatkan kewaspadaan dengan menyediakan hand sanitizer untuk pengunjung.

“Kita juga imbau ke karyawan agar menjaga jarak dengan pengunjung. Tapi, ya pengunjung kadang enggak bisa menjaga jarak,” tutur Pris.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.