Strategi Mataram Jadi Awal Nama Magelang

Raja jin yang ingin merebut desa di Hutan Kedu milik Mataram masih kuat sehingga Raden Purbaya menyusun strategi yang jadi asal nama Magelang.

Strategi Mataram Jadi Awal Nama Magelang Para prajurit utusan Raden Purbaya yang membentuk lingkaran dengan menggunakan "strategi gelang". (Youtube—Dongeng Kita)

Semarangpos.com, SOLO — Kekuatan raja jin yang ingin merebut desa di Hutan Kedu milik Mataram masih kuat. Akibatnya, makhluk buruk rupa itu membunuh Kiai Keramat dan Nyai Bogem. Melihat hal itu, Raden Purbaya langsung menyusun strategi yang nanti jadi asal mula nama “Magelang”.

Raden Purbaya adalah putera raja Kesultanan Mataram atau biasa dikenal dengan nama Panembahan Senopati. Sebelumnya, sang raja ingin memperluas daerah kekuasaan Mataram yang saat itu semakin maju.

Hutan Kedu menjadi pilihan yang pas menurut Panembahan Senopati. Diutuslah sang putera untuk mengambil alih wilayah tersebut dari raja jin penguasa hutan itu. Dengan berbekal tombak Kiai Pleret, raja jin hampir kalah jika ia tidak kabur.

Perang Lawan Sutawijaya Jadi Kegiatan Terakhir Jaka Tingkir Sebelum Wafat  

Setelah raja jin tidak pernah kembali, dibangunlah sebuah permukiman di hutan tersebut. Di desa yang sejuk itu orang berdatangan untuk menetap. Seperti Kiai Keramat dan Nyai Bogem.

Sampai suatu hari, munculah raja jin yang menyamar menjadi seorang pembantu di rumah Kiai Keramat. Namun siapa sangka, seperti yang terpantau Semarangpos.com dari Youtube channel Dongeng Kita, Jumat (19/6/2020), raja jin yang sudah menyamar menjadi pemuda bernama Sonta itu melakukan hal yang jahat.

Pada malam hari, saat semua orang terlelap, Sonta mengeluarkan asap putih berupa racun dari mulutnya. Sontak, saat pagi sudah tiba, masyarakat desa langsung merasa kesakitan dan tak lama kemudian tewas.

Ikut Penelusuran, Kru Sara Wijayanto Ngaku Diganggu Makhluk Halus

Raden Purbaya yang mengetahui hal itu langsung melapor ke Kiai Keramat. Namun naas, pasangan suami istri itu tewas akibat melawan raja jin. Karena semakin banyak korban yang berjatuhan, anak Panembahan Senopati itu mengutus Tumenggung Mertoyudo.

Pemuda itu menyuruh Tumenggung Mertoyudo untuk memata-matai raja jin. Raden Purbaya berpesan agar jangan sampai ketahuan maupun melawan sendiri raja jin itu. Nantinya, anak Panembahan Senopati akan menyiapkan pasukan prajurit untuk melawan makhluk itu.

Raja Jin Terlacak

Tak lama kemudian, Tumenggung Mertoyudo dan dua prajurit langsung melacak keberadaan raja jin. Mereka melihat makhluk jahat itu di bawah sebuah pohon yang besar. Namun, usaha mereka sia-sia lantaran ketahuan oleh raja jin yang sudah pasti sakti itu.

Belum Dapat Bantuan Sosial? Simak Tips dari Gubernur Jateng  

Akhirnya karena terdesak, lelaki utusan Raden Purbaya itu langsung melawan raja jin dengan sekuat tenaga. Namun naas, Tumenggung Mertoyudo sudah tewas saat Raden Purbaya datang untuk menyusulnya.

Raden Purbaya pusing akan ulah si raja jin. Apalagi orang-orang terdekatnya ikut terkena imbasnya. Ia langsung mempercepat penangkapan raja jin dan meminta bantuan para prajuritnya.

Ia mengutus prajuritnya untuk membuat lingkaran untuk mengepung raja jin yang berada di tengah hutan. Raden Purbaya menyebutnya “strategi gelang”.

MAKI Desak Kapolda Jateng Pidanakan Kapolsek Rembang   

Tidak sia-sia, raja jin merasa terdesak saat mengetahui dirinya dikeliling para prajurit. Tak menunggu lama, dibantu dengan tombak Kiai Pleret, Raden Purbaya langsung bertarung dengan raja jin.

Anak Panembahan Senopati yang memiliki kesaktian di atas raja jin langsung menusuk makhluk buruk rupa itu. Benar saja, tak lama kemudian tubuh raja jin langsung ambruk.

Lama-kelamaan badannya menghilang seperti debu yang terkena angin. Keberhasilan Raden Purbaya menggunakan “strategi gelang” menjadikan wilayah itu disebut dengan nama “Magelang”.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.