Awal 2020, Undip Semarang Kukuhkan 4 Guru Besar

Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menambah jumlah guru besar, dengan mengukuhkan empat profesor dari empat fakultas berbeda.

Awal 2020, Undip Semarang Kukuhkan 4 Guru Besar Empat guru besar baru kampus Undip Semarang berfoto bersama di ruang sidang Gedung Rektorat Kampus Undip Tembalang, Kota Semarang, Selasa (3/3/2020). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG — Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menambah daftar guru besarnya pada awal 2020 ini. Total ada empat guru besar yang akan dikukuhkan Undip pada Rabu (4/3/2020).

Keempat guru besar itu yakni Prof. Dr. Dra. Ari Prathanawati, M.Si, dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Prof. Dr. Hadi Sasana, S.E, M.Si. dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB).

Selanjutnya, ada Prof. Dr. Aristi Dian Purnama Fitri, S.Pi., MSI dari Fakultas Perikanan. Dan terakhir, Prof. Dr. Ir. Siswanto Imam Santoso, M.P., dari Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP).

DPRD Optimistis Jateng Kondusif di Pilkada 2020

Ketua Senat Akademik (SA) Undip, Prof. Sunarso, mengatakan dengan dikukuhkannya empat guru besar itu, Undip saat ini telah memiliki total 142 profesor.

“Empat guru besar ini sebenarnya sudah meraih gelar guru besarnya pada 2019 lalu. Tapi, mereka baru dikukuhkan awal 2020 ini,” ujar Sunarso di Gedung Rektorat Kampus Undip Tembalang, Semarang, Selasa (3/3/2020).

Sunarso menambahkan selain memiliki 142 guru besar yang masih aktif menjadi staf pengajar, Undip juga memiliki sembilan guru besar dengan status tidak tetap. Salah satunya adalah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sri Puryono.

Merapi Erupsi, Pemprov Jateng Sebar 8.000 Masker

“Dengan adanya 142 guru besar ini, kami tinggal selangkah lagi memenuhi target menciptakan 170 guru besar atau 10% dari total jumlah dosen,” ujar tutur Sunarso.

Keempat guru besar baru ini rencana dikukuhkan dalam sebuah upacara seremoni yang digelar di Gedung Prof. Soedharto, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Selasa pagi.

Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama, mengaku saat ini kampusnya memang bertekad memperbanyak profesor. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengukuhkan kampus tersebut sebagai World Class University.

“Kita saat ini sudah memiliki program OPOC’s [One Professor One Candidate’s]. Dengan itu, setiap profesor wajib menggandeng satu dosen untuk menjadi guru besar,” terang Yos.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.