Tutup Iklan

Begini Awal Mula Batik Buketan Nan Cantik dari Pekalongan

Pekalongan dikenal luas sebagai kota batik yang menghasilkan motif batik sangat beragam, salah satu batik buketan dengan selera Eropa.

Begini Awal Mula Batik Buketan Nan Cantik dari Pekalongan Motif batik buketan diambil dari unggahan Instagram batik buketan, Rabu (5/8/2020). (Instagram - @rininta_batik_encim)

Semarangpos.com, SOLO Pekalongan dikenal luas sebagai kota batik. Motif batik Pekalongan sangat beragam. Batik buketan merupakan salah satu batik yang berkembang di Pekalongan dengan ornamen yang sangat feminin.

Pekalongan merupakan salah satu daerah penghasil batik terbesar di Indonesia. Batik Pekalongan menjadi salah satu pilihan batik favorit. Selain memiliki ragam motif yang sangat banyak, batik Pekalongan juga dikenal memiliki kualitas yang baik dengan harga yang relatif murah.

Maklum saja, kebanyakan batik Pekalongan dibuat dengan menggunakan teknik cap sehingga harganya pun tidak semahal batik tulis klasik.

Inilah 5 Pemimpin Wanita di Alam Gaib Indonesia, Salah Satunya Nyai Rara Kidul

Batik Pekalongan terbilang mudah untuk dikenali. Batik ini didominasi oleh warna-warna yang terang. Pemilihan warna terang disebabkan karena adanya pengaruh dari kebudayaan negara lain seperti Tiongkok, Gujarat, hingga Belanda.

Batik buketan merupakan salah satu batik yang banyak berkembang di Pekalongan. Batik buketan berasal dari kata bouquet yang berarti rangkaian bunga.

Sama seperti namanya, ciri dari batik ini terdapat pada ornamen bunga yang disusun seolah terikat sehingga tampak seperti buket. Terkadang terdapat ornamen tambahan lain seperti kupu-kupu, burung hong, burung bangau, dan tanaman bersulur khas Eropa.

Pernyataan Ironis Gus Mus: Apakah Pemkab Rembang Tak Punya Bendera?

Batik buketan banyak berkembang di daerah pesisir Pulau Jawa pada abad 19. Batik ini berkembang karena adanya pengaruh Belanda pada masa penjajahan. Selain itu, keberagaman motif batik buketan juga banyak dipengaruhi oleh produsen batik keturunan Tionghoa.

Selera Eropa

Penerapan ragam hias batik buketan dipelopori oleh Caroline Josephine van Franquemont, dan Catherina Carolina van Oosterom. Pada mulanya, batik buketan tidak berbentuk rangkaian bunga seperti yang dapat ditemui saat ini.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, batik ini terus berkembang. Alhasil terciptalah ornamen buket yang cantik nan anggun dengan warna yang cerah sesuai dengan selera Eropa.Tak jarang, kain batik ini diisi dengan ragam hias batik tradisional seperti galaran, gringsing, dan blanggreng.

Sempat Telanjang Karena Sakit, Wanita Jepara Baru Ditolong Setelah Viral

Pola buketan seperti yang banyak ditemui saat ini kali pertama diproduksi oleh pembatik keturunan Belanda yang bernama Cristina van Zuylen dan Lies van Zuylen. Pada setiap karya mereka, Zuylen bersaudara membubuhkan identitasnya yang ditulis pada salah satu sudut dalam kain.

Melihat batik buketan sangat diminati, para pengusaha keturunan Tionghoa, pembuatnya pun mulai mengikuti selera pasar. Batik dengan selera orang Belanda kemudian dimodifikasi dengan beberapa makhluk mitologi dalam kebudayaan Tiongkok.

Maka tampillah kemudian burung hong di sela-sela desain batik ini. Salah satu pengusaha batik buketan keturunan Tionghoa yang terkenal di Pekalongan adalah Oey Soe Tjoen.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Komentar Ditutup.