Tutup Iklan

Jasa Cuci Keris di Blora Laris Manis di Tengah Pandemi

Mulyono, 63, penyedia jasa cuci keris di Blora mengaku penghasilannya masih tetap stabil pada masa pandemi Covid-19.

Jasa Cuci Keris di Blora Laris Manis di Tengah Pandemi Mulyono membersihkan keris pelanggan dalam foto yang diambil dari unggahan Instagram Dinkominfo Blora, Selasa (24/8/2020) (Instagram-@dinkominfoblora_)

Semarangpos.com, BLORA – Jasa cuci keris di Kabupaten Blora tetap diminati pada masa pandemi Covid-19. Mulyono, 63, penyedia jasa cuci keris mengaku penghasilannya masih tetap stabil.

Bulan Sura dalam penanggalan Jawa menjadi momentum penyucian keris dan benda-benda pusaka lainnya. Sesuai dengan momentum itu, masyarakat lazim melakukan jamasan pusaka.

Pada musim semacam itulah jasa Mulyono ramai didatangi oleh pelanggan. Pria yang berasal dari Desa Todanan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini mengaku pandemi tidak mempengaruhi pendapatannya.

Coba Segarnya Rasa Soto Bokoran di Semarang

Selama bulan Suro ini, Mulyono mampu membersihkan 20 keris dan benda pusaka lain setiap harinya. “Masih banyak yang datang, mungkin karena sudah langganan setiap tahun. Setiap hari saya mencuci dan membersihkan 20 buah keris serta benda pusaka lainnya,” ungkapnya dalam Instagram @dinkominfoblora_, Selasa (25/8/2020).

Dijelaskannya, tarif jasa cuci kerisnya dibanderol dengan label harga Rp20.000 sebilah. Harga ini sama dengan harga cuci keris yang ia tawarkan tahun lalu.

View this post on Instagram

#Sedulurkom . Jasa cuci keris di kabupaten Blora, Jawa Tengah stabil dengan tahun sebelumnya di bulan Suro tahun ini. Yakni Rp20.000,00 untuk satu bilah keris atau benda pusaka lainnya. . Hal itu disampaikan oleh Mulyono (63) salah seorang penjual jasa cuci keris asal Desa Todanan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. . “Jasanya stabil seperti tahun lalu, Rp20.000,00 untuk satu buah keris atau tombak,” kata Mulyono, di Blora, Selasa (25/8/2020). Dirinya menyadari, di tengah wabah corona, banyak warga yang terdampak, termasuk para pemilik benda peninggalan nenek moyang atau koleksi pribadi. . “Jadi saya tidak naikkan jasa, tetap seperti tahun lalu,” kata dia. . Meski demikian, menurut Mulyono, jasa cuci yang dibuka di lantai eks stasiun kereta api Blora tiap bulan Suro masih didatangi warga yang memiliki aneka jenis keris atau tombak peninggalan. . “Masih banyak yang datang, mungkin karena sudah langganan setiap tahun. Setiap hari saya mencuci dan membersihkan 20 buah keris serta benda pusaka lainnya,” terangnya. . Mulyono juga menyadari, jasa yang dibuka tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, kali ini harus patuh menerapkan protokol kesehatan sebagaimana ketentuan pemerintah. . “Saya tidak keliling. Cukup mangkal di sini saja, pakai masker dan menyediakan hand sanitizer. Bagi para pelanggan biasanya menghubungi saya lewat handphone. Mereka menanyakan buka atau tidak, setelah saya jawab buka, mereka datang membawa keris,” jelasnya. . . Untuk Berita Lengkap, Silahkan Klik www.blorakab.go.id . . Silahkan Follow dan Like @dinkominfoblora_ @dinkominfoblora_ . . #adaptasikebiasaanbaru #pakaimasker #JagaJarak #CuciTanganPakaiSabun #IndonesiaBaik #Kerja3ersama #kerjabersama #kerjanyata #geraknyata #jawatengah #jatenggayeng #KemalaJateng #blora #indonesiamaju #dinkominfo #dinkominfoblora #kemalablora #bloramustika #blorabanget #blorakuncara #kabupatenblora #blorabersatu #indonesiamaju #hutri75 #hut75ri

A post shared by Dinkominfo Blora (@dinkominfoblora_) on

Di Stasiun Blora

Dirinya menyadari bahwa di tengah pandemi Covid-19 banyak warga yang terdampak, termasuk pemilik benda pusaka. Hal ini menjadi alasan untuk tidak menaikkan tarif jasa yang ditawarkannya.

Mulyono menggelar lapak jasa cuci keris di eks Stasiun Blora. Sebelum datang ke lapaknya, para pelanggan biasa menghubungi Mulyono melalui telepon terlebih dahulu.

Batik Terang Bulan, Seterang Cahaya Purnama…

“Bagi para pelanggan biasanya menghubungi saya lewat handphone. Mereka menanyakan buka atau tidak, setelah saya jawab buka, mereka datang membawa keris,” jelasnya.

Selama masa pandemi, Mulyono harus tetap mengikuti protokol kesehatan  yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini dilakukannya sebagai upaya agar tidak tertular virus Covid-19. Saat berada di pangkalannya, Mulyono harus tetap memakai masker dan menyediakan hand sanitizer.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Tinggalkan Komentar

Anda harus logged in untuk kirim komentar.