Tutup Iklan

Bergelar Ratu, Pemimpin Kerajaan Mataram Kuno Ratu Sanjaya Seorang Pria

Kerajaan Medang atau yang populer dengan sebutan Kerajaan Mataram Kuno merupakan kerajaan yang ada di Jawa pada abad ke-8.

Bergelar Ratu, Pemimpin Kerajaan Mataram Kuno Ratu Sanjaya Seorang Pria Tangkapan layar dari video unggahan Jingglang Channel di Youtube terkait Ratu Sanjaya, Kamis (9/7/2020). (Youtube-Jingglang Channel).

Semarangpos.com, KARANGANYAR — Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya merupakan pemimpin pertama Kerajaan Mataram Kuno. Seperti yang telah dilansir histori.id, pernyataan tersebut tertuang dalam prasasti Mantyasih atas nama Dyah Balitung.

Sanjaya merupakan raja pertama Kerajaan Medang atau Mataram Kuno yang memakai gelar ratu. Pada saat itu, gelar ratu belum dikhususkan untuk perempuan. Panggilan tersebut setara dengan sebutan datu yang berarti ‘pemimpin’.

Kerajaan Mataram Kuno merupakan kerajaan di Jawa. Terdapat dua dinasti yang dicerminkan oleh kerajaan tersebut, yaitu dinasti Sanjaya dan dinasti Syailendra.

Maharani Shima, Ratu Kalingga Nan Tegas atau Ibu Nan Kejam?

Dinasti Sanjaya bercorak Hindu dan didirikan oleh Sanjaya pada tahun 732 M. Oleh karena itu, Kerajaan tadi disebut juga dengan Kerajaan Mataram Hindu atau Kerajaan Medang yang berdiri pada abad ke-8.

Dalam perkembangannya, Kerajaan Medang dibagi menjadi dua periode, yakni: periode Jawa Tengah dan periode Jawa Timur. Pemindahan tersebut disebabkan oleh letusan Gunung Merapi.

Kerajaan Medang periode Jawa Timur disebut juga dengan Medang Kamulan/Kamulyan yang berdiri pada abad ke-10.

Prasasti Canggal

Prasasti Canggal dibangun oleh Sanjaya pada 732 M. Di dalamnya tidak terdapat nama kerajaannya.

Kenali Batik Parang, Batik Larangan Keraton Surakarta dan Yogyakarta

Pada prasasti itu disebutkan bahwa sebelum Sanjaya terdapat seorang raja yang telah memimpin Pulau Jawa. Raja itu bernama Sanna. Setelah pemimpin tersebut meninggal, maka Jawa mengalami kekacauan.

Kehadiran Sanjaya dipercaya dapat mengembalikan situasi menjadi semula. Sannaha, saudara perempuan Sanna sekaligus ibu Sanjaya, merupakan orang yang mendukung Sanjaya sebagai penguasa kerajaan di tanah Jawa selanjutnya.

“Sanjaya adalah pewaris takhta Kerajaan Galuh dari sang ayah Prabhu Bratasenawa, pewaris Kerajaan Sunda dari Kakek Istrinya Tarusbawa. Sanjaya putra Sena dinikahkan dengan cucu Tarusbawa yang bernama Dewi Tejakancana Hayu Purnawangi atau Nay Sekarkancana. Dan pewaris dari Kerajaan Kalingga dari sang ibu Dewi Sannaha,” kata pengelola Jingglang Channel pada caption, Kamis (9/7/2020).

Kisah hidup mengenai Sanjaya tertera dalam Carita Parahyangan yang ditulis sekitar abad ke-16.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Tinggalkan Komentar

Anda harus logged in untuk kirim komentar.