Tutup Iklan

Batik Truntum, Usaha Ratu Kencana Kembali Dapatkan Hati Sang Raja

Motif batik truntum diciptakan oleh Permaisuri Keraton Surakarta yang mencurahkan isi hatinya yang merasa kesepian dalam kehidupannya.

Batik Truntum, Usaha Ratu Kencana Kembali Dapatkan Hati Sang Raja Batik motif truntum diambil dari laman daily moslem, Sabtu (18/7/2020). (dailymoslem.com)

Semarangpos.com, SOLO — Batik merupakan salah satu media bagi orang zaman dahulu untuk mencurahkan isi hati. Banyak latar belakang pembuatan batik yang didasarkan pada perasaan pembuatnya. Begitu juga dengan batik truntum yang diciptakan oleh Permaisuri Keraton Surakarta yang merasa kesepian.

Batik truntum merupakan batik asal Solo. Batik ini diciptakan oleh permaisuri Paku Buwana III yang bernama Ratu Kencana. Ratu Kencana yang kerap juga disapa sebagai Ratu Beruk membuat batik truntum untuk mengisi rasa kesepiannya.

Berdasarkan cerita yang beredar, antara tahun 1749 – 1788 Ratu Kencana merasa diabaikan oleh suami karena kesibukan sang raja terhadap selir barunya. Hingga pada suatu malam, permaisuri berdoa kepada Sang pencipta sembari melihat luas ke angkasa.

Ada Sop Balung Gajah di Sleman, Coba Nikmatnya!

Saat itu, hanya langit cerah dan taburan bintang yang menemani kesendiriannya. Di tengah waktu saat dirinya sedang termenung, permaisuri mencium aroma bunga tanjung yang berjatuhan di kebun persinggahannya.

Melihat bunga indah yang berjatuhan, ide pun muncul di pikiran permaisuri. Untuk mengisi kekosongan waktunya, Ratu Kencana kemudian memutuskan untuk membatik.

Serupa Bunga Tanjung

Sembari mendekatkan diri kepada Tuhan, permaisuri menorehkan lilin ke selembar kain. Permaisuri membuat batik dengan pola menyerupai bunga tanjung yang dilihatnya berjatuhan kala itu.

Setiap hari selama sang suami yang terus sibuk dengan selir barunya, permaisuri terus menerus membatik. Menurutnya, membatik sama dengan berzikir. Ratu Kencana mencurahkan segala cinta dan kasih sayangnya terhadap raja melalui batik itu.

PSIS Semarang Sebut Protokol Covid-19 Merepotkan

Hingga suatu saat sang raja melihat istrinya tengah membatik. Melihat pola indah yang dibuat oleh istrinya, sang raja akhirnya mulai memperhatikan permaisuri yang sedang membatik dari hari ke hari.

Tak disangka perasaan cinta pun muncul kembali di benak raja. Kecantikan hasil kain yang dibuat oleh permaisuri membuat sang raja merasa jatuh hati kembali pada sang istri.

Atas dasar cerita ini, kemudian batik truntum dikenal sebagai batik yang memiliki arti cinta dan kasih sayang. Batik truntum berasal dari istilah teruntum-tuntum yang artinya tumbuh kembali. Batik ini berhasil membawa Sang Raja yang sempat pergi ke wanita lain perlahan kembali ke pelukan permaisuri.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Tinggalkan Komentar

Anda harus logged in untuk kirim komentar.