Nelayan Jepara Meninggal Dunia setelah Hilang saat Melaut

Legiman, nelayan Jepara, yang dicari sejak Minggu (232/2020) akhirnya ketemu Selasa (25/2/2020) pukul 06.00 WIB, tanpa nyawa.

Nelayan Jepara Meninggal Dunia setelah Hilang saat Melaut Evakuasi nelayan yang ditemukan meninggal di Pantai Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Selasa (25/2/2020). (Antara-Istimewa)

Semarangpos.com, JEPARA — Legiman, nelayan warga Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah, Selasa (25/2/2020) pukul 06.00 WIB, ditemukan tanpa nyawa di Pantai Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jateng.

Nelayan itu sebelumnya dikabarkan hilang saat melaut di Perairan Empu Rancak, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jateng. Kepala Desa Karanggondang Ali Ronzi Ach di Jepara menerangkan jasad nelayan itu ditemukan sekitar 2 km dari lokasi ia dikabarkan hilang.

Penemuan jasad Legiman itu menyusul penemuan perahu yang ditumpanginya. Perahu itu ditemukan dalam kondisi terombang-ambing di laut tanpa awak.

Warga Wonosobo Ramai-Ramai Berburu Ular Kobra di Permukiman

Setelah mendapatkan informasi tentang penemuan jasad itu, warga dibantu potensi search and rescue (SAR) segera menuju ke tempat kejadian. Kantor Berita Antara mengekspose peran besar Basarnas dalam urusan menggotong mayat tersebut. Padahal dalam dokumentasi foto tak ada orang berjaket jingga ikut menggotong jasad Legiman.

Dilakukan pula pemeriksaan oleh petugas medis. Sebagaimana dikutip Kepala Desa Karanggondang Ali Ronzi Ach, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. “Luka yang ditemukan pada tubuh korban merupakan luka akibat benturan benda seperti batu karang,” ujarnya.

Korban yang juga warganya itu, kata dia, saat ditemukan memang tidak memakai jaket pelampung. Sesuai instruksi Pemkab Jepara, setiap nelayan yang hendak melaut diminta menggunakan jaket pelampung (life jacket).

Aspal 1 Km Jalan, Udinus Semarang Gunakan Sampah Plastik

Life Jacket diyakini meningkatkan peluang selamat tatkala nelayan tercebur ke laut, terpeleset, atau faktor lain. Nelayan bakal mendapat peluang cukup besar karena dirinya bisa mengapung lebih lama.

Ia mengakui untuk memakai pelampung memang tidak mudah. Para nelayan menganggap life jacket menyulitkan saat melaut sehingga banyak yang enggan membawa alat keselamatan tersebut.

“Dengan adanya kejadian nelayan tenggelam dan ditemukan meninggal, ada baiknya mulai menyadari pentingnya alat keselamatan diri tersebut,” ujarnya.

Perahu Terombang-Ambing

Sebelumnya diberitakan, seorang nelayan asal Kecamatan Mlonggo hilang, menyusul ditemukannya perahu yang digunakan untuk melaut dalam kondisi tanpa awak. Perahu itu terombang-ambing ombak di laut, Minggu (23/2/2020).

Penonaktifan Dosen Unnes Benarkan Terkait Plagiarisme Rektor?

Perahu yang ditemukan di tengah laut dengan jarak sekitar 1 mil dari daratan merupakan milik Legiman warga Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo. Berdasarkan informasi dari keluarga maupun teman korban, nelayan Jepara itu memang melaut Minggu pukul 04.30 WIB di Perairan Empu Rancak, Kecamatan Mlonggo.

Akan tetapi, perahu korban justru ditemukan di tengah laut pada pukul 08.00 WIB oleh nelayan lain. Tak ada korban di perahu, sehingga muncul dugaan korban menjadi korban kecelakaan air dan tenggelam di laut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara bersama para nelayan yang dibantu tim gabungan, seperti Basarnas, sukarelawan, TNI, dan Polri ikut melakukan pencarian. Operasi SAR dilakukan BPBD Jepara sejak Minggu hingga Selasa.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.