Curhatan SMA Swasta di Semarang Dampak Zonasi, Buka Penerimaan Sejak Mei Baru Dapat Tiga Siswa

PPDB online membuat sejumlah SMA swasta di Semarang mengaku kesulitan mendapat peserta didik baru, terutama karena sistem zonasi.

Curhatan SMA Swasta di Semarang Dampak Zonasi, Buka Penerimaan Sejak Mei Baru Dapat Tiga Siswa Sekolah swasta di Semarang, SMA Sepuluh November, yang kesulitan mendapat calon siswa pada penerimaan peserta didik baru tahun ini. (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG — Sistem zonasi yang diterapkan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) online SMA/SMK Negeri di Jawa Tengah (Jateng) rupanya sangat dirasakan sekolah swasta. Sekolah yang bernaung dalam yayasan itu mulai mengeluhkan sulit mendapat calon peserta didik baru.

Seperti yang dialami Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Lembaga Pendidikan Indonesia (LPI) di Kota Semarang. Sekolah swasta) yang terletak di Jl. Menoreh Utara Raya, Sampangan, Gajah Mungkur itu minim pendaftar dan terancam kekurangan siswa baru.

Panitia PPDB SMK LPI Semarang, Asri Mayang, mengatakan adanya sistem zonasi membuat kesempatan sekolah untuk mendapatkan peserta didik menjadi lebih kecil.

Partai Demokrat Resmi Dukung Hendi-Ita di Pilwalkot Semarang

“Sekolah swasta kan biasanya jadi opsi siswa yang nilainya kalah bersaing di negeri. Tapi, dengan sistem zonasi ini kan enggak. Siswa yang nilainya kurang pun memiliki kesempatan besar diterima di sekolah negeri, ” ujar Asri saat dijumpai wartawan di sekolahnya, Senin (22/6/2020).

Asri mengatakan minim siswa itu tak hanya dialami sekolahnya, tapi juga sekolah swasta lain. Ia pun berharap sistem zonasi dikaji ulang agar sekolah swasta mendapat kesempatan sama besar dengan sekolah negeri untuk mendapat peserta didik baru.

“Sekolah swasta itu kan [biaya] operasional sendiri. Enggak seperti sekolah negeri. Kalau kesempatan mendapat murid susah, pasti berat untuk operasional,” imbuhnya.

Pada PPDB tahun ini, SMK LPI Semarang baru mendapat sekitar 20 siswa dari 4 rombongan belajar (rombel) yang dibuka.

“Sebelum ada zonasi, kita bisa menampung 3 rombel. Setiap rombel ada 25 siswa,” ujarnya.

Kemenag Semarang Bantah Klaster Pernikahan Terjadi di Masjid

Selain SMK LPI, nasib serupa juga dialami SMA Sepuluh November. SMA swasta yang berlokasi di Jl. Wonodri Sendang, Semarang Selatan itu bahkan baru mendapat tiga calon peserta didik. Padahal, SMA Sepuluh November telah membuka pendaftaran sejak Mei lalu.

Pendaftaran daring

Kepala SMA Sepuluh November, Imron, mengaku hanya bisa pasrah menunggu PPDB untuk SMA/SMK negeri ditutup. Apalagi, sekolahnya tidak membuka pendaftaran secara daring.

“Kami hanya bisa menunggu setelah PPDB negeri tutup. Apalagi, kami hanya mampu menampung satu kelas saja [rombel],” tuturnya.

Imron pun berharap setelah PPDB ditutup, ada murid yang mendaftar ke SMA Sepuluh Nopember.

“Biasanya setelah PPDB negeri akan ada siswa yang mendaftar lagi ke tempat kami. Kami berharap satu kelas itu terisi,” imbuhnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.