Tutup Iklan

Batik Salem, Batik Khas Brebes Tak Terbawa Arus Modernisasi

Brebes ternyata memiliki batik khas yang sering dikenal sebagai batik salem. Pembuatan batik ini masih dilakukan secara tradisional.

Batik Salem, Batik Khas Brebes Tak Terbawa Arus Modernisasi Batik salem dari unggahan akun Instagram Mahestri, Rabu (15/4/2020) (Instagram-@mahestri_id)

Semarangpos.com, SOLO — Brebes ternyata memiliki batik khas yang sering dikenal sebagai batik salem. Pembuatan batik ini masih dilakukan secara tradisional dan tidak ikut terbawa arus modernisasi.

Kabupaten Brebes mungkin banyak dikenal sebagai daerah penghasil bawang merah dan telur asin. Namun, siapa sangka jika Brebes ternyata memiliki batik khas yang saat ini mulai berkembang pesat yang dikenal sebagai batik salem.

Batik khas Brebes ini disebut sebagai batik salem karena banyak diproduksi di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Bawang Merah dan Ibunya Tamak, Hewan Mematikan Muncul dari Labu

Ditilik dari namanya, batik ini mungkin masih asing di telinga masyarakat umum. Tetapi, ternyata batik ini sudah mendapat tawaran mengikuti pameran di Jepang, Amerika, dan Inggris.

Dihimpun dari situs inibaru.id, Selasa (25/8/2020)., asal-usul batik ini bermula saat seorang putri pejabat dari Pekalongan datang berkunjung ke Kecamatan Salem.  Saat melakukan kunjungan, ternyata sang putri jatuh hati kepada seorang pria setempat.

Kenalkan Teknik Membatik

Sang putri pun akhirnya menikah dan menetap di Desa Bentar. Setelah menikah dirinya mulai mengenalkan teknik membatik pada masyarakat setempat, khususnya perempuan.

Kerap Cekcok dengan Pasangan Hidup? Inilah 9 Ciri-Ciri Sihir Perceraian

Batik salem saat ini terus berkembang. Terlebih semenjak adanya dukungan dari Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Sentra produksi batik salem mulai bermunculan. Hal ini diiringi dengan semakin banyaknya variasi motif batik salem yang dapat ditemui di pasaran.

Produksi batik salem masih berskala rumah tangga. Tidak seperti kebanyakan batik lain yang mulai berpindah dengan teknik pembuatan yang lebih modern, batik salem tetap menggunakan cara tradisional.

Bawakan Nasi Jagung buat Ganjar, Bunga Salsabila Bawa Pulang Laptop

Batik salem masih mempertahankan produksi batik secara manual menggunakan canting. Pembuatan batik secara tradisional memang membutuhkan waktu yang lebih lama, namun hal ini sebanding dengan kualitas batik yang dihasilkan.

Lebih Awet

Batik tulis terkenal lebih awet dibandingkan dengan batik cap dan batik printing.

Batik salem juga masih mempertahankan bahan pewarna alami untuk menghasilkan warna tertentu. Adapun bahan pewarna alami yang masih digunakan di antaranya kunyit, daun jambu, hingga kulit jengkol. Bahan pewarna alami ini dapat menghasilkan warna kuning, cokelat, dan hitam.

Baru 30% Rampung Dilukis, Mural di Purworejo Sudah Jadi Spot Selfie

Sementara untuk batik yang menggunakan warna terang seperti merah, hijau, dan biru biasanya produsen menggunakan bahan pewarna buatan.

Pola penyusun batik salem umumnya berupa flora dan fauna. Hal ini menyebabkan batik salem sedikit sulit untuk dikenali karena motifnya yang hampir menyerupai batik daerah lain.

Namun, semenjak adanya Ikkon alias Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara, Salem mulai mengembangkan pola yang menjadi ciri khas pada batiknya. Beberapa pola yang menjadi ciri khas batik salem di antaranya pola jabat tangan, bawang merah, hingga telur asin.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Tinggalkan Komentar

Anda harus logged in untuk kirim komentar.